"Setiap Gosoknya Mengandung Doa" Alasan Suami Ini Hobi Setrika Baju Anak dan Istri Ini Pasti Membuatmu Terinspirasi..

Posted by On 9:30 PM with No comments



Kalau sudah begitu maka dampak yabg lebih mnyedihkan adalah saya akan mendapti wajah anak-anak juga kusut karen kecewa pakaiannya belum rapih


Tapi itu adalah alasan yang wajar kenapa pakaian perlu distrika setelah dicuci.
Nah alasan khususnya kenapa saya suka dengan pekerjaan ini adalah karena pada saat-saat inilah saya mnjadi..

Simak kisahnya yang dapat memotivasi suami-suami di indonesia..

Sudah menjadi hal yang lumrah di masyarakat kita bahwa setumpuk tugas istri itu seputar pekerjaan rumah.

Mulai dari merawat anak, mencuci, memasak, menyetrika dan lain sebagainya.

Tapi pasangan suami istri yang baik itu untuk mereka yang bisa saling bekerja sama.

Suami juga sepatutnya ikut mengerjakan pekerjaan rumah.

Ikut membantu meringankan beban urusan rumah yang istri kerjakan, selain menjadi kegiatan positif suami juga dapat terhindarkan dari wanita-wanita yang kurang kasih sayang suka merebut lelaki orang.


Tidak hanya istri saja yang mengurusi pekerjaan rumah itu.

Terkadang suami istri lantas membagi beberapa pekerjaan rumah untuk dikerjakan.

Apasih pekerjaan rumah yang paling suka kalian kerjakan?

Apakah menyetrika termasuk di dalamnya?

Bagi sebagian orang menyetrika itu sangat merepotkan, karena butuh ketelitian, kerapian dan memakan waktu yang lama.

Maka dari itu kadang pekerjaan ini dilakukan oleh istri.

Tapi bagi suami yang memiliki akun Facebook Ircham Alvansyah ini malah sangat suka menyetrika.

Alasan Ircham Alvansyah suka menyetrika dijelaskan di dalam postingan Facebooknya pada 21 Juli 2017.

Postingan itu malah menjadi viral dengan mendapatkan lebih dari 48 ribu emoji, 40 ribu share dan 10 ribu komentar.


Bahkan alasan Ircham Alvansyah suka menyetrika ini membuat netizen lain terinspirasi.

Berikut cerita selengkapnya dari Ircham Alvansyah mengapa dia suka menyetrika:

"Terimakasih istriku yg telah brhasil mndokumntasikan aktifitas sy malam ini Ummu Rasheed.

Terlihat sprti susah hidupnya.

Adakah di antara laki2 d sini yg selamat dari pekerjaan ini?

Tapi di antara sekian tugas istri yg sy sering bantu adlah pekerjaan ini. Ini adlh salah satu pekerjaan rumah yg paling sy suka.

Alasan yg paling sdrhana adlh kalau tdk sgra dislsaikn, sdh pasti sekluarga akan memakai pakaian kusut.

Kalau sdh bgitu maka dampak yg lebih mnyedihkan adlh sy akn mndapti wajah anak2 jg kusut krn kecewa pakaiannya blm rapih.

Tapi itu adlah alasn yg wajar knp pakaian prlu distrika stlah dicuci.

Nah alasan khususnya knp sy suka dg pkrjaan ini adlh krn pada saat2 inilah sy mnjadi smakin dekat hubungannya dg anak2 dan istri sy. Kok bisa?

Begini, mnggosok stumpuk pakaian akan mnghbiskan wktu lumayan bnyak. Td sy mulai ba'da maghrib, dipending isya lalu lnjut, baru slsai jam 11.

Td pg sbnarnya jg dah nyicil dr bada subuh smpai jam 8an. Pakaian yg bnyak memang anak2 sy. 

Empat anak dg kbiasaan setiap hr ganti pakaian. Ditumpuk diakhir pekan. Jadi ya bgitulah. Mnumpuk.

Kembali pd alasan khususnya knp sy suka pkrjaan ini.

Jadi, dg durasi yg panjang itu, sy jd punya ksmpatan yg banyak utk mndengarkan dg seksama murattal alQuran, trkadang jg mndngarkn rekaman ceramah ustad trtntu.

Yg diwaktu lain, sy sulit mndapatkn ksmpatan ini.


Hubunganny dg mmbngun hubungan dg anak dan istri dimana ya?

Jadi, sy mndapti bhwa pkrjaan ini mmbuat sy memiliki waktu yg sangat luang utk mndoakan mereka.
Setiap pakaian yg sy gosok, sy lampirkan doa untuk pmilik pakaian trsbut.

Saat ktmu pakaian Khaleed yg skrg sdh kelas 5 SD, sy doakan semoga Allah perbaiki akhlaknya, 
tumbuhkan sikap brani dlm dirinya, jauhi dr akhlak trcela, sehatkan badannya, trmasuk ahlul quran wal 'ilm dan banyak doa lainnya mnyesuaikn dg karakter yg skrg sdg tumbuh dlm dirinya.

Bgitu jg dg Beena, Maiza, dan Aleena. Khusus utk anak2 permpuan, biasanya sy lampirkan doa, agar Allah mnjaga kemaluan mereka dr kejahatan manusia dan maksiat.

Semuanya sy lampirkan doa kepda mereka saat mndapati pakaiannya sy gosok. Utk istri sy, nah ini khusus.

Selain doa yg sama dg anak2, sy biasanya mndoakan agr Allah berkahi hidupnya, kuatkan fisiknya, prbaiki akhlaknya, dan slalu tumbuhkan rasa cinta sy kpdanya, bgitu jg sbaliknya.

Doa dg durasi yg pnjang inilah, mmbuat sy ingin terus mmprbaiki hubungan yg hrmonis dg anak2 dan istri.

Jadi, alasan inilah yg mmbuat pkrjaan yg butuh waktu lama ini, mnjdi nikmat dislsaikan."

Apakah Anda jg demikian?! Jika blum, silakn mncobanya.

sumber : wajib Baca
Mualaf Kaya Ini Mendadak Miskin lalu Istrinya Selingkuh, Dia Kini Jadi Tukang Bersih Masjid

Posted by On 11:36 PM with No comments


 Kisah seorang pria mualaf di Palembang ini sungguh mengharukan. Dia bahkan harus kehilangan istri demi keyakinannya.
Perjalanan hidup Rudi Suryanto (59) terbilang panjang dan berliku.
Rudi lahir dari lingkungan keluarga non muslim.
Sebagai seorang pekerja keras ia akhirnya bisa menikmati hidup bergelimang harta.
Kehidupan rumah tangganya dulu terbilang harmonis.
Ia menikahi wanita yang sama-sama warga keturunan.
Tahun 80 an cerita perjalanan berat Rudi dimulai.
Ditemui di Masjid Cheng Ho, Jakabaring, Palembang.
Rudi tampak sedang bekerja.
Satu persatu sepatu dan sandal jamaah disusunnya dengan rapi
Sesekali ia juga menyapu halaman masjid.
Mengenakan kaus bola timnas Indonesia dipadu celana kain panjang serta peci  putih yang melekat di kepalanya.
Ia tampak duduk sambil menjaga sepatu dan sandal jamaah.
Ayah satu anak tersebut telah bekerja di masjid Cheng Ho selama empat tahun.
Rudi Suryanto (TRIBUNSUMSEL.COM/ ANDRI HAMDILLAH)
Rudi Suryanto (TRIBUNSUMSEL.COM/ ANDRI HAMDILLAH) ()
Sebelumnya ia adalah pengusaha sukses yang memiliki banyak harta.
Kisahnya berawal dari pernikahan dengan sesama warga keturunan
Bertahun - tahun menikah ia tak juga mendapatkan keturunan.
Sampai akhirnya ia mendapatkan pengalaman spiritual yang terus berulang.
Ia sering merasa seperti dilempar batu dari arah belakang saat berada di rumahnya.
"Saya tidak tahu siapa yang melempar saya, tetapi lemparan tersebut terasa sangat menyakitkan dan yang anehnya ketika saya melihat ke belakang tidak ada pelakunya", jelasnya.
Merasa ada sesuatu yang aneh ia merasa gelisah.
Disaat gelisah itulah, Rudi tertarik mempelajari Islam.
"Saya sebelumnya tidak mengenal apa itu agama Islam, sampai akhirnya hati dan pikiran saya seperti mendorong untuk mempelajari islam", tegasnya.
Sambil mata berkaca - kaca ia bercerita keinginannya untuk mendalami Islam sudah tidak bisa ditunda.
Akhirnya ia memutuskan untuk memeluk agama islam pada tahun 1983.
Setelah menjadi seorang mualaf ia juga pernah bermimpi.
Di dalam mimpinya ia bertemu dengan seseorang yang mengajaknya untuk melihat keadaan surga dan neraka.
"Di dalam surga semua terasa indah tidak bisa saya ceritakan melalui perkataan akan keindahan tersebut, sedangkan saat memasuki neraka ia melihat api yang membara - bara membakar setiap orang yang seperti mempunyai kesalahan semasa hidupnya", tegasnya.
Telah banyak mendapatkan pengalaman spiritual, ia pun semakin belajar untuk mendekatkan diri kepada pencipta.
Namun keputusannya menjadi mualaf membuatnya harus kehilangan istri.
Sang istri menentang keputusan tersebut.
Apalagi untuk ikut suaminya menjadi mualaf.
"Istri saya tidak mau ikut bersama saya," jelasnya
Rudi akhirnya bercerai dengan istrinya.
Ia mencoba menguatkan hatinya dengan terus berbuat baik dan menjalankan ibadah salat.
Selain kehilangan istri, Rudi juga dijauhi keluarganya sendiri.
Rudi kembali menemukan jodohnya yang juga seorang wanita mualaf.
Wanita pujaan hatinya itu akhirnya dipersunting dan menjadi istrinya.
Pernikahan keduanya itu tidaklah melepaskan dirinya dari kepahitan masa lalunya.
Rudi yang percaya pada istrinya tak ragu untuk memberikan semua hartanya pada istri.
Semua atas nama istrinya.
Cobaan lagi-lagi menghampiri.
Kehadiran pihak ketiga menjadi awal kehancuran rumah tangga barunya.
Bermula ketika temannya yang sering datang ke rumah.
Tak disangka temannya tersebut menjadi pria idaman lain istrinya.
Dengan berat hati Rudi mengakui bahwa istrinya berselingkuh dengan temannya sendiri.
Merasa dicurangi ia memutuskan untuk menceraikan istrinya.
Perceraian kedua baginya.
Harta yang sudah diatasnamakan kepada istrinya membuat Rudi pergi tanpa membawa harta sedikitpun.
Iman yang kuat membuatnya seperti mendapat lindungan dari Allah SWT.
Diusianya yang telah menua, pria yang tinggal di Jalan Harapan Jaya Kecamatan Kalidoni tersebut kembali menemukan jodoh.
Seorang wanita pribumi bisa menerima keadaannya.
Mereka akhirnya pernikahan.
Dari dua pernikahan sebelumnya Rudi tak dikaruniai anak.
Kali ini Rudi telah memiliki 1 orang anak yang kini sudah duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 2.
Dalam keadaan yang sulit ia merasa kalau dirinya sekarang lebih dari bahagia.
"Saya sekarang kaya hati dan bukanlah kaya harta", tuturnya dengan nada pelan.
Kini ia mencari rezeki untuk menafkahi keluarga dengan menjadi petugas kebersihan masjid.
Penghasilan yang tak kecil tidaklah membuatlah goyah dan menyesal, ia merasa lebih bahagia sekarang.
 "Kebahagian saya tidak bisa dibeli dengan uang, saya merasa sangat dekat dengan sang maha pencipta ketika saya berada di masjid dan salat berjamaah", pungkasnya Rudi.
sumber : Tribun Lampung
Jangan Dipakai! 99 Nama Anak yang Bisa Datangkan Musibah dan Kesengsaraan Hidup

Posted by On 7:34 PM with No comments


Kita disunatkan mengubah nama yang buruk atau yang tidak baik karena Nabi SAW telah melakukannya kepada para sahabat baginda, di mana Rasulullah SAW pernah menukar nama seseorang yang bernama Abdul Hajar (hamba batu) kepada Abdullah. Ada yang bernama ‘Asi (yang derhaka) lalu ditukar kepada Muti’ (yang taat).

Ibn Umar berkata, “Anak perempuan Umar dinamakan dengan nama ‘Asiah (wanita yang derhaka), lalu dinamakan oleh Rasulullah SAW dengan Jamilah (cantik).”(Riwayat Tirmidzi dan Ibn Majah).

Berikut adalah sebagian nama-nama dalam Islam yang harus dihindari untuk menamakan bayi yang baru dilahirkan.

A
Abiqah – Hamba yang lari dari tuannya
Abkam – Tidak celik, buta
Afinah – Yang bodoh
Amah – Hamba suruhan perempuan
Asiah – Wanita yang derhaka
Asyar – Paling jahat
Asyirah – Yang tidak bersyukur atas nikmat
Aznie – Aku berzina

B
Baghiah – Yang zalim, jahat
Bahimah – Binatang
Bakiah – Yang menangis, merengek
Balidah – Yang bodoh, bebal
Baqarah – Lembu Betina
Batilah – Yang batil, tidak benar

D
Dabbah – Binatang
Dahisyah – Goncang, tertekan
Dahriyah – Yang mempercayai alam wujud dengan sendirinya
Dami’ah – Yang mengalir air matanya
Daniyah – Yang lemah dan hina
Darakah – Kedudukan yang rendah
F
Faji’ah – Kecelakaan
Fajirah – Yang jahat, yang berdosa
Fasidah – Yang rosak, yang binasa
Fasiqah – Yang jahat, si fasik
Fasyilah – Gagal, kalah

G
Ghafilah – Yang lalai, yang leka
Ghaibah – Hilang
Ghailah – Kecelakaan, bencana
Ghamitah – Yang tidak mensyukuri nikmat
Ghasibah – Perampas, perompak
Ghawiah – Yang sesat, yang mengikut hawa nafsu

H
Haqidah – Yang dengki
Hasidah – Yang hasad
Hazinah – Yang sedih
Huzn – Kesedihan

J
Jafiah – Yang tidak suka berkawan
Jariah – Hamba suruhan perempuan

K
Kafirah – Yang kafir, yang ingkar
Kaibah – Yang sedih
Kamidah – Yang hiba, yang sangat berduka
Kazibah – Pendusta, pembohong
Khabithah – Yang jahat, yang keji
Khali’ah – Yang tidak segan silu, mengikut hawa nafsu
Khamrah – Arak
Khasirah – Yang rugi
Khati’ah – Yang bersalah, yang berdosa

L
Laghiah – Sia-sia, tidak berfaedah
Lahab – Bara api
Lahifah – Yang sedih, menyesal dan dizalimi
La’imah – Yang tercela
Lainah – Yang terkutuk

M
Majinah – Yang bergurau senda tanpa perasaan malu
Majusiah – Agama menyembah api atau matahari
Maridah – Yang menderhaka
Munafikah – Yang munafik
Musibah – Celaka, bencana, kemalangan

N
Najisah – Yang najis dan kotor
Nariah – Api
Nasyizah – Yang menderhaka dan melawan suami

Q
Qabihah – Yang buruk, hodoh
Qasitah – Yang melampaui batasan dan menyeleweng dari
kebenaran
Qatilah – Pembunuh
Qazurah – Kejahatan, perzinaan

R
Rajimah – Yang direjam, yang dilaknat
Razani – Kepala zakar lelaki
Razi’ah – Kecelakaan, musibah
Razilah – Yang keji dan hina

S
Safih – Insan Manusia bodoh
Safilah – Yang rendah dan hina
Sahiah – Yang pelupa
Sharrul/Sharru – Jahat
Sakirah – Pemabuk
Sakitah – Yang jatuh, yang hina, yang jahat
Syafihah – Yang bodoh
Syani’ah – Yang buruk
Syaqiyah – Yang menderita
Syaridah – Yang diusir
Syariqah – Pencuri
Syarisah – Yang buruk akhlak
Syarrul Bariyyah – Sejahat-jahat manusia
Syatimah – Maki hamun

T
Tafihah – Karut
Talifah – Yang rosak, yang binasa
Talihah – Yang tidak baik
Tarbiyah – Yang papa kedana
Tarikah – Anak dara tua

W
Wahiah – Yang lemah, yang jatuh, yang buruk
Wahimah – Yang lemah
Wahinah – Penakut
Wailah – Bencana, keburukan
Wajilah – Penakut
Waqi’ah – Pertempuran dalam peperangan, umpatan
Waqihah – Yang kurang sopan dan malu
Wasikhah – Yang kotor
Wasyiah – Yang mengumpat, yang mengadu dombakan orang
Wati/Waty – Nama Hindu/tiada makna
Wathy/Wathi – Bersetubuh

Y
Yabisah – Yang kering, yang sedikit kebaikannya
Yaisah – Yang berputus asa

Z
Zalijah – Kebinasaan
Zalilah – Yang hina
Zalimah – Yang zalim
Zaniyah – Penzina, pelacur
Zufafah – Racun pembunuh

Bagi ayah ibu, pilihlah nama anak dengan sebaik-baiknya.
Jangan hanya indah disebut, tapi artinya malah buruk. Semoga bermanfaat. 

Sumber: beritabaru24
Cara menabung berdasarkan tanggal ini begitu menginspirasi

Posted by On 2:02 AM with No comments



Hidup hemat dan bisa menyisakan uang untuk menabung memang menjadi cita-cita banyak orang.  Sayangnya keinginan baik tersebut sering lewat begitu saja karena kontrol keuangan yang kurang baik. 

Kini ada cara unik yang bisa dicoba untuk menyisakan uang, cara ini disebut dengan tabungan berdasarkan tanggalan. Menabung berdasarkan tanggalan ini dilakukan dengan cara menyisihkan uang jajan setelah anggaran untuk kebutuhan utama sudah dipenuhi. Dengan cara ini penabung pada setiap akhir bulan bisa memanen hasilnya untuk disemai kembali.

Metodenya menabung berdasarkan tanggal ini cukup simple yaitu dengan memasukkan uang dalam celengan atau toples yang sudah ditempel kalender dari tanggal 1 sampai 30 atau 31. Adapun uang yang ditabung disesuaikan jumlahnya dengan tanggal pemasukannya. Artinya uang yang dimasukkan ke dalam celengan harus rutin setiap hari.

Sebut saja semisalkan hari ini tanggal 1 maka uang yang ditabung Rp 1.000. Adapun besok saat tanggal 2 ditabung Rp 2.000, besoknya lagi tanggal 3 ditabung Rp 3.000 begitu seterusnya sampai di akhir bulan. Setelah nanti sudah akhir bulan, uang yang sudah terkumpul dalam toples atau celengan diambil lalu digulung, dan yang paling penting
harus disimpan di dalam rak yang tidak kelihatan mata, sehingga tidak
ada godaan untuk mengambil.

"Cara ini kerasa banget jika di tanggal 15 ke atas," tutur Amalia Putri yang sudah pernah mempraktikkan cara tersebut. Amalia, melalui akun Facebooknya mengatakan, ia sengaja  memakai toples yang transparan sehingga ia semangat dengan memandang lembaran-lembaran uangnya saat menabung.

"Saya juga kasih angka biar gak ada yang kelewat menabungnya atau double," ujar Amalia. Namun ada tantangan yang harus dihadapi untuk menabung dengan metode tanggalan ini. Yaitu ketika di tanggal 15 ke atas setiap bulan, karena di tanggal itu persediaan lembaran uang sering sudah mulai sangat menipis.

"Tapi di sinilah kita justru bisa menguji kemampuan kita. Apakah bisa lulus dengan predikat memuaskan atau menyerah dengan membongkar semua isi tabungan yg ada. Yuukk dicoba," pungkas Amalia. 

Kini postingan Amalia tentang menabung dengan cara tanggalan ini, sudah dibagikan hingga 18.203 kali oleh netizen.


sumber : brilio.net
Khutbah Jumat: 6 Contoh Maksiat yang Terus Berlanjut di Bulan Ramadhan

Posted by On 1:54 AM with No comments



Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
فَإِنَّ أَصْدَقَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَأَفْضَلُ الهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ r وَشَرَّ الأُمُوْرِ 
مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ َوكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ
Jama’ah shalat Jumat yang semoga senantiasa dirahmati dan diberkahi oleh Allah Ta’ala,

Segala puji pada Allah, kita memuji-Nya, meminta pertolongan pada-Nya meminta ampunan pada-Nya. Kami berlindung dari kejelekan diri kami dan kejelekan amal kami. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Siapa yang disesatkan oleh Allah, tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya.
Segala puji pada Allah, kita memuji-Nya, meminta pertolongan pada-Nya meminta ampunan pada-Nya. Kami berlindung dari kejelekan diri kami dan kejelekan amal kami. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Siapa yang disesatkan oleh Allah, tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Semoga shalawat tercurah pada Nabi kita Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, keluarga dan sahabat-Nya serta yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah …

Di bulan Ramadhan kita punya kewajiban untuk berpuasa. Ditambah lagi bulan tersebut, kita diperintahkan untuk memperbanyak amal shalih, seperti membaca Al-Qur’an, shalat malam, shalat sunnah hingga sedekah.
Allah Ta’ala berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)
Ketika bulan Ramadhan tiba, kebaikan akan semakin semangat dilakukan dan kejelakan akan semakin berkurang. Bukti hal ini dapat dilihat dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR. Bukhari, no. 1899 dan Muslim, no. 1079).
Juga dalam hadits lainnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِى مُنَادٍ يَا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ 
وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
Pada malam pertama bulan Ramadhan setan-setan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, 
tidak ada satu pun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru: “Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah”. Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi, no. 682 dan Ibnu Majah, no. 1642. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Syaikh Ibrahim bin ‘Amir Ar Ruhaili hafizahullah dalam kitab Tajridul Ittiba’ (hlm. 118) mengatakan, “Dalil ini menunjukkan keutamaan seluruh amalan kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadhan, lebih-lebih lagi amalan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) setelah puasa wajib.”
Memang terbukti bahwa kebaikan akan semangat kita lakukan, sedangkan maksiat akan semakin berkurang ketika masuk bulan Ramadhan. Seperti itu kenyataannya.
Namun maksiat masih saja terjadi. Di bulan Ramadhan, tindak pencurian, perselingkuhan, hingga dosa terbesar yaitu kesyirikan masih saja ada. Kenapa demikian?
Disebutkan oleh Abul ‘Abbas Al-Qurthubi rahimahullah:
  • Setan diikat dari orang yang menjalankan puasa yang memperhatikan syarat dan adab saat berpuasa. Adapun yang tidak menjalankan puasa dengan benar, maka setan tidaklah terbelenggu darinya.
  • Seandainya pun kita katakan bahwa setan tidak mengganggu orang yang berpuasa, tetap saja maksiat bisa terjadi dengan sebab lain yaitu dorongan hawa nafsu yang selalu mengajak pada kejelekan, adat kebiasaan dan gangguan dari setan manusia.
  • Bisa juga maksudnya bahwa setan yang diikat adalah umumnya setan dan yang memiliki pasukan sedangkan yang tidak memiliki pasukan tidaklah dibelenggu.
Intinya maksudnya adalah kejelekan itu berkurang di bulan Ramadhan. Ini nyata terjadi dibandingkan dengan bulan lainnya. (Al-Mufhim lima Asykala min Takhlis Kitab Muslim, 3: 136)

Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah …
Kalau kebaikan akan berlipat pahalanya jika dilakukan di bulan Ramadhan, bagaimana dengan maksiat, apakah semakin besar dosanya?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan dalam Syarh Al-Mumthi’, “Kebaikan bisa berlipat, dosa pun demikian dilihat dari tempat dan waktu. Kebaikan itu berlipat dilihat dari kammiyah (kuantitas atau jumlah) dan kayfiyah (kualitas). Adapun dosa berlipat-lipat dilihat dari kayfiyah (kualitas), bukan dari kammiyah (kuantitas). [Maksudnya: dosa tidak dilipatgandakan dari sisi jumlah, namun dipandang dari sisi besarnya].”

Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah …
Demikian khutbah pertama ini.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah pada nabi termulia dari para nabi dan rasul, yaitu kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.

Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah …
Jika kita sudah tahu besarnya dosa yang dilakukan di bulan Ramadhan karena Ramadhan itu bulan suci, maka ada beberapa contoh maksiat di bulan Ramadhan yang masih terus dilakukan oleh orang yang berpuasa:
  • Mudah meninggalkan shalat, seperti shalat Shubuh karena sehabis sahur langsung tidur.
  • Laki-laki masih malas shalat berjamaah di masjid.
  • Perempuan enggan berjilbab bahkan terus-terusan memakai pakaian seksi dan ketat saat puasa. Padahal mengumbar aurat itu dosa besar, menjadikan puasa sia-sia. Bagi kita diharapkan mengingatkan wanita terdekat kita (istri dan puteri kita) untuk berjilbab dan menutupi aurat, moga Allah memberi hidayah.
  • Muda-mudi jalan berdua dengan kekasihnya (pacarnya) hingga ngabuburit menunggu buka dengan pacar. Pacaran itu jalan menuju zina atau zina kecil-kecilan.
  • Membicaran jelek orang lain (ghibah) walau itu nyata ada pada orang lain, hingga suka memfitnah (menuduh jelek orang lain tanpa bukti).
  • Mementingkan buka puasa bersama dengan teman atau rekan kerja dibandingkan shalat Maghrib, bahkan shalat sampai ditinggalkan. Ingat, meninggalkan satu shalat saja, itu akan menghapus amal.
Dari Burairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ
Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya” (HR. Bukhari, no. 594).
Di antara maksud hadits sebagaimana kata Ibnul Qayyim dalam kitabnya Ash-Shalah adalah akan menghapus amalan pada hari tersebut.
Jika demikian, apakah puasa orang yang meninggalkan shalat walau satu saja jadi diterima? Silakan direnungkan.
Dan ingat, para jamaah shalat Jumat sekalian, yang namanya maksiat akan menghancurkan pahala orang yang berpuasa walau secara hukum puasa tetap sah selama yang dilakukan bukan pembatal puasa.
Moga kita dimudahkan oleh Allah untuk menjauhi segala macam maksiat di bulan Ramadhan dan waktu seterusnya. Semoga kita dimudahkan oleh Allah menjadi lebih baik selepas Ramadhan, itulah tekad dan harapan kita.

Di akhir khutbah ini, kami ingatkan untuk bershalawat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Siapa yang bershalawat pada beliau sekali, akan dibalas sepuluh kali.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Marilah kita berdoa pada Allah, moga setiap doa kita diperkenankan di Jumat penuh berkah ini.
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Naskah Khutbah Jumat Jami’ Al-Adha Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Jum’at Legi, 29 Syaban 1438 H (26 Mei 2017)
Download Naskah:

Khutbah Jumat: 6 Contoh Maksiat yang Terus Berlanjut di Bulan Ramadhan

Artikel Rumaysho.Com


Sumber : https://rumaysho.com/15877-khutbah-jumat-6-contoh-maksiat-yang-terus-berlanjut-di-bulan-ramadhan.html