Selama bulan puasa ini sejumlah makanan beracun terus ditemukan
beredar di Bogor. Setelah Telur Busuk, takjil berformalin. Kini muncul
lagi bakso yang dicampur tawas.
Tak tanggungtanggung Bogor menjadi pabrik pembuatan bakso bertawas
itu. Lokasinya berada di di Kampung Parakansalak, Desa Kemang, Kecamatan
Kemang, Kabupaten Bogor.
Pabrik ini pun digerebek langsung oleh Mabes Polri pada, Kamis
(16/6/2016). Polisi mengamankan barang bukti 60 karung berisi tawas,
ribuan bungkus baso berbagai merk, empat jerigen cairan karamel, dan
alat pembuatan bakso.
“Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat bahwa ada pabrik
pembuatan bakso yang menggunakan bahan berbahaya di Bogor,” kata
Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri Brigjen Dharma Pongrekun.
Pabrik itu memproduksi bakso bertawas dan cairan pewarna karamel.
Tawas ini digunakan untuk merendam bakso agar awet berhari-hari.
Pabrik itu sudah beroperasi sejak tahun 2012. Dalam sehari, pabrik
seluas sekitar 1,5 hektar ini memproduksi bakso sebanyak 1,5 ton.
“Bakso-bakso ini mereka distribusikan ke pasar-pasar tradisional dan
supermarket di wilayah Jabodebek. Tapi mengingingat produksinya sangat
besar, kemungkinan bisa juga sampai ke wilayah lain,” ucapnya. Polisi
juga mengamankan seorang pria berinisial HS (56) yang merupakan pemilik
dari pabrik bakso tersebut.
Sumber : bogor.daily