Kisah keindahan sedekah, ada kakek sisihkan separuh gaji untuk berbagi

Posted by On 1:34 AM with No comments

Add caption
Bersedekah jangan pernah menunggu kaya.


Jika kamu mau bersedekah, jangan pernah menunggu kaya. Nasehat seperti sudah banyak didengar. Cukup dengan apa yang dimiliki dan mulai dari sekarang. 

Saat ini di sekitar kita, mungkin tanpa disadari banyak orang-orang yang secara konsisten bersedekah. Bahkan mungkin banyak orang yang tidak menyangka, bahwa seseorang dengan kondisi ekonomi yang tidak berlebihan atau bahkan tidak berkecukupan mampu konsisnten bersedekah. Tidak percaya? Coba lihat beberapa profil berikut yang konsisten bersedekah berikut ini, Jumat (1/7).

1. Mbah Asrori (92) konsisten membagikan 150 nasi bungkus.



Guru ngaji anak-anak asal Semarang, Jawa Tengah ini setiap Jumat konsisten menyediakan 150 bungkus nasi untuk dibagikan-bagikan ke lingkungan sekitarnya dengan bersepeda. Padahal biaya untuk membeli nasi bungkus itu sebesar Rp400 ribu atau separuh dari gajinya mengajar ngaji. Agar lebih bermanfaat, dia sengaja membeli nasi bungkus dari seorang janda penjual nasi miskin yang ada di dekat rumahnya. Apa yang dilakukan Mbah Asrori merupakan murni sebuah niat tulis dan dia mau #berbagikemurnian tersebut.

2. Mbah Diman bersedekah untuk orang kaya.


Mbah Sadiman (63) mengaku mempunyai cara lain untuk bersedekah yaitu dengan melestarikan alam. Dia menanam dan menjaga banyak pohon beringin di lereng Gunung Gendol, ujung timur Kabupaten Wonogiri. Dia menyebut ini adalah cara bersedekah kepada orang kaya. Dia mengaku berbalas budi karena biasanya orang kaya yang bersedekah. Dia bersedekah dengan menjaga kemurnian alam

3. Membayar pegawai untuk melayani warung gratis.


Cara sedekah seorang pengusaha ini cukup unik. Dia membayar beberapa orang untuk melayani pengunjung yang datang ke Warung Sedekah yang terletak di Jalan Gedong Kuning Yogyakarta setiap Jumat. Tidak heran setiap Jumat sejumlah tuna wisma, tukang becak dan orang kurang mampu lainnya datang ke warung yang menyediakan sekitar 100-150 porsi makanan ini. Kalau kamu mampu beli makanan sendiri, jangan datang ke sini 

Sumber : Brilio.net


Silahkan Like Halaman Fanspage Kami :

loading...
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »