Perjuangan Si Cantik Penjual Arem-arem Jadi Wisudawan Terbaik

Posted by On 6:09 AM with No comments

Perjuangan Si Cantik Penjual Arem-arem Jadi Wisudawan Terbaik
Berasal dari keluarga dengan ekonomi kurang mampu tak menjadi halangan Nur Isnaini Wulan Agustinuntuk berprestasi.
Wanita 21 tahun ini baru saja dinobatkan menjadi wisudawan terbaik di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, periode April 2017.
Ulin, begitu ia biasa disapa berhasil lulus dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK)dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,80.
Ulin bahkan sempat berjualan arem-arem untuk menambah uang saku.
“Saat semester satu, saya sempat jualan arem-arem untuk teman-teman kos, lumayan bisa menambah uang saku,” kata Ulin kepada Tribunsolo, Jumat(14/3/2017).
Ia mengaku bukanlah anak yang rajin atau pandai, namun mimpinya untuk menjadi yang terbaik yang bisa menjadikannya wisudawan terbaik.
“Menjadi wisudawan terbaik merupakan hal yang tidak pernah saya sangka karena saya sadar kalau bukan tergolong mahasiswa yang pintar dan rajin, meskipun saya selalu bermimpi ingin menjadi yang terbaik,”kata Ulin.
Kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu tak menghalanginya untuk terus menuntu ilmu.
Dengan bekal prestasi selama di MTsN Karanganyar, ia berhasil mendapatkan beasiswa penuh ketika melanjutkan studi di MANKaranganyar.
Seleksi ketat saat mendaftar beasiswa bidikmisi IAIN Surakarta pun ia lakoni demi melanjutkan ke jenjang kuliah tanpa membebani kedua orang tua.
Ayahnya, Iding, berasal dari Ciamis Jawa Barat, dan Ibunya, Ninik Purwanti, keduanya berprofesi sebagai pedagang.
Iding adalah pedagang kerupuk yang setiap harinya loper ke warung-warung sedangkan Ninik berjualan makanan ringan di SD dekat rumah.
“Saya hanya bermimpi untuk dapat kuliah dengan tidak membebani orang tua, apapun caranya,” katanya
Pasca wisuda, Ulin yang sampai saat ini masih berjualan jilbab, tengah bersiap memburu beasiswa Pascasarjana.
“Ingin melanjutkan studi saya ke Australia untuk mendapatkan M.Sc in TESOL lewat jalur beasiswa yang full funded alias gratis,” jelasnya.
Lalu apa yang membuat Ulin tak pernah patang menyerah meraih cita-citanya meski dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas?
Ulin mengungkap jika ia mempunyai tiga kunci sukses yang di terapkan untuk bisa berprestasi.
“Yaitu berani, Percaya Diri dan Yakin”, tiga kunci itu harus dipegang ketika ingin mewujudkan mimpi yang besar,” katanya.
Menurutnya, ketika mempunyai impian yang besar maka harus berani mencoba.
Setelah mencoba harus percaya diri, percaya akan kemampuan kita.
Terakhir, harus yakin dengan Allah, yang akan memberikan yang terbaik di waktu yang tepat.
“Ketika berjuang jangan pernah berpikir perjuangan kita akan sia- sia, Semakin berat ujian yang kita hadapi, semakin manislah hasil perjuangan tersebut, walau sukses harus tetap rendah hati,” katanya. (*)
Sumber : tribun lampung

Silahkan Like Halaman Fanspage Kami :

loading...
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »