Bagaimana tidak, ulah ibu muda tersebut memang sungguh di luar batas. Dia tega membunuh bayinya dengan kejam.
SL memasukkan bayi yang baru dilahirkannya ke plastik. Setelah itu, plastik berisi bayi tersebut dimasukkan ke panci. Selanjutnya, panci itu dibekukan di lemari pendingin alias freezer.
Jasad bayi malang itu ditemukan di pencucian mobi milik DH di Jalan Pulau Banda, RT 11, Kelurahan Kampung Satu/Skip, Rabu (2/8) malam.
Belakangan diketahui bahwa DH merupakan suami siri SL. Tindakan brutal SL benar-benar tak disangka oleh warga. Sebab, SL tak memiliki tampang kriminal.
Salah satu warga bernama Ali mengatakan, SL merupakan sosok yang ramah. “Dia sama suaminya baik-baik aja, tuh. Meskipun saya baru berjualan di tempat ini, tetapi kalau untuk menegur atau menyapa, ada aja kalau ketemu,” ujarnya, Kamis (3/8).
Warga lainnya, Amoy mengaku sering melihat SL menjaga tempat pencucian mobil tersebut. Namun, ada beberapa orang yang menjaga pencucian mobil itu ketika SL berhalangan.
“Biasanya mertuanya juga yang jaga kalau dia sibuk dan ada halangan. Orangnya biasa-biasa aja dan tidak ada mencurigakan. Kadang dia juga bawa anaknya kalau datang ke sini,” bebernya.
Terpisah, Yeyen, salah satu pekerja tempat pecucian mobil itu mengaku tidak pernah dilarang membuka freezer tersebut.
“Namun, juga tidak pernah masuk karena tidak ada kepentingan,” kata Yeyen.
Motif perempuan berambut panjang membunuh ini bayinya dengan cara sangat sadis ternyata dilatarbelakangi faktor ekonomi.
Ibu muda itu tak ingin bayinya tersebut menambah beban hidupnya. Pasalnya, dia bukan istri sah dari ayah bayi malang yang dibunuh dengan cara dimasukkan ke panci lalu dibekukan di freezer itu.
“Status dia sebagai istri siri. Setelah lahir anak pertama, dia tak ingin menambah beban hidup. Dia juga mengaku tak bisa ngurus anak pertamanya itu. Sebab, dia memang tidak tinggal dengan suaminya,” kata Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Choirul Jusuf, Kamis (3/8).
Dia menambahkan, pihaknya terus melakukan penyelidikan. Menurut Choirul, SFH memang tak ingin anak keduanya lahir agar beban hidupnya sebagai istri siri tidak makin besar.
"Motifnya, dia alasan dengan pemilik rumah pencucian mobil itu adalah nikah siri. Setelah sempat lahir anak pertama, alasannya dia tidak bisa ngurus anak pertama itu, karena memang tidak tinggal dengan suaminya. Dia mengurus sendiri anak pertamanya di rumah, bukan di pencucian mobil itu," ungkap Choirul.
sumber : Jawa pos
